Hari Tani Nasional, Aliansi Pertanian Satu Serukan Reforma Agraria dan Sampaikan Lima Tuntutan

IMG-20260928-WA0188

 

Jurnalinti27inteljennews.com

MAKASSAR — Memperingati Hari Tani Nasional, Aliansi Pertanian Satu menyampaikan pernyataan sikap dan sejumlah tuntutan terkait persoalan agraria, kesejahteraan petani, ketahanan pangan, serta perlindungan lingkungan di Sulawesi Selatan.

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Pertanian Satu menilai reforma agraria harus diwujudkan secara nyata dan berpihak kepada petani.

Mereka menyoroti sejumlah persoalan yang disebut masih dihadapi masyarakat, mulai dari kenaikan biaya produksi pertanian, persoalan harga hasil panen, akses terhadap lahan, hingga isu deforestasi dan alih fungsi lahan.

Aliansi juga menyinggung kenaikan harga pupuk, benih dan bahan bakar yang dinilai semakin membebani petani. Di sisi lain, mereka menyebut harga sejumlah komoditas pertanian belum memberikan kesejahteraan yang memadai bagi petani.

Selain persoalan ekonomi, pernyataan tersebut turut menyoroti persoalan lahan perkebunan, kawasan hutan, serta dugaan alih fungsi lahan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Atas berbagai persoalan tersebut, Aliansi Pertanian Satu menyampaikan lima tuntutan, yakni:
1.Memberantas mafia tanah;
2.Menstabilkan harga pangan;
3.Menghentikan deforestasi;
4.Mendorong keberpihakan terhadap pangan lokal dibanding ketergantungan pada pangan impor;
5.Menolak militerisasi di sektor pertanian dan mendorong profesionalitas instansi terkait.

Aliansi Pertanian Satu juga menegaskan bahwa reforma agraria tidak boleh berhenti sebagai regulasi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat pedesaan.

Sementara itu, terkait situasi keamanan selama penyampaian aspirasi di wilayah hukum Polsek Tamalate, Kapolsek Tamalate Polrestabes Makassar Kompol Muhammad Idris, S.H., M.H. merupakan pejabat yang saat ini memimpin Polsek Tamalate.

Pihak kepolisian pada prinsipnya memiliki peran dalam memastikan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peringatan Hari Tani Nasional tersebut menjadi momentum bagi kelompok tani dan masyarakat sipil untuk menyampaikan aspirasi mengenai akses terhadap tanah, keberlanjutan lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan petani.

“Tanah untuk petani, bukan untuk pengusaha. Tanpa hutan, tidak ada beras. Hidup petani!” demikian

Seruan yang tercantum dalam pernyataan sikap Aliansi Pertanian Satu.