Diduga Dipicu Miras, Driver Ojol Jadi Korban Penebasan Jukir Liar di Kawasan Mall Ratu Indah Makassar

IMG-20260920-WA0160

 

MAKASSAR – Aksi premanisme kembali meresahkan masyarakat Kota Makassar. Seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban penyerangan dan penebasan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh oknum juru parkir (jukir) liar di sekitar kawasan Mall Ratu Indah (MaRI), Jalan Mawas, Kota Makassar, pada Sabtu (19/09) malam.

Insiden berdarah ini diduga kuat dipicu oleh kesalahpahaman antara korban dan pelaku. Berdasarkan informasi di lapangan, pelaku saat itu tengah berada di bawah pengaruh minuman keras (miras), yang membuatnya bertindak agresif hingga tega menganiaya korban menggunakan senjata tajam.

Akibat serangan brutal tersebut, korban mengalami luka parah di bagian lengan. Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dengan kondisi tangan tertebas dan harus menerima sedikitnya 17 jahitan.

LBH Ansor Kutuk Premanisme, Tuntut Tanggung Jawab PD Parkir

Ketua LBH Ansor, Wahyudi Sahri, mengutuk keras tindakan premanisme jalanan yang menimpa pekerja sektor informal tersebut. Ia menilai keberadaan jukir liar yang anarkis sudah sangat mengancam keselamatan ruang publik dan para pengendara.

“Kami mengutuk keras aksi brutal ini. Kami juga meminta PD Parkir untuk bertanggung jawab atas insiden yang terjadi. Kejadian ini adalah dampak nyata dari pembiaran yang selama ini dilakukan oleh PD Parkir terhadap maraknya jukir liar di kawasan tersebut,” tegas Wahyudi Sahri dalam pernyataan resminya.

Secara tegas, LBH Ansor menyampaikan dua tuntutan utama:

Mendesak PD Parkir Makassar Raya untuk segera menertibkan jukir-jukir liar tak resmi yang kerap beroperasi dengan cara premanisme di sekitar pusat perbelanjaan.

Meminta Aparat Kepolisian (Polsek Mamajang/Polrestabes Makassar) untuk bergerak cepat menangkap pelaku penebasan agar segera diproses secara hukum demi memberikan rasa keadilan bagi korban dan mencegah aksi main hakim sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, solidaritas sesama pengemudi ojol dilaporkan sempat berkumpul untuk mengawal kasus ini di kantor kepolisian setempat. Pihak berwajib juga mengimbau seluruh rekan ojol dan masyarakat agar tetap tenang serta mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

tim jurnalis:muh.ikram dg.tompo